<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Smart Life</title>
	<atom:link href="http://smartinlife.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smartinlife.wordpress.com</link>
	<description>make life simple</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Nov 2007 12:31:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='smartinlife.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Smart Life</title>
		<link>http://smartinlife.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://smartinlife.wordpress.com/osd.xml" title="Smart Life" />
	<atom:link rel='hub' href='http://smartinlife.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membangun Kepemimpinan Hidup</title>
		<link>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/membangun-kepemimpinan-hidup/</link>
		<comments>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/membangun-kepemimpinan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 16:09:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smartinlife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/membangun-kepemimpinan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kepemimpinan itu bakat yang dibawa sejak lahir atau diciptakan melalui proses pembelajaran? Perdebatan tersebut sebenarnya sudah berakhir dengan kesimpulan bahwa seorang pemimpin harus diciptakan melalui proses pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan. Kesimpulan itu punya dalih sangat kuat termasuk salah satunya berupa The Law of Universe bahwa setiap orang akan dinobatkan menjadi pemimpin terlepas ia siap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smartinlife.wordpress.com&amp;blog=1189847&amp;post=7&amp;subd=smartinlife&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah kepemimpinan itu bakat yang dibawa sejak lahir atau diciptakan melalui proses pembelajaran? Perdebatan tersebut sebenarnya sudah berakhir dengan kesimpulan bahwa seorang pemimpin harus diciptakan melalui proses pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan. Kesimpulan itu punya dalih sangat kuat termasuk salah satunya berupa The Law of Universe bahwa setiap orang akan dinobatkan menjadi pemimpin terlepas ia siap atau tidak siap. Dalam kehidupan anda, yang paling hampir bisa dipastikan, anda akan menjadi pemimpin keluarga.</p>
<p>Setiap orang ditakdirkan menjadi pemimpin meskipun pada saat yang sama setiap orang membutuhkan pemimpin ketika ia harus berhadapan untuk menciptakan solusi hidup dimana kemampuan, keahlian, dan kekuatannya dibatasi oleh sekat yang ia ciptakan sendiri dalam posisinya sebagai bagian dari komunitas. Tidak saja negara yang diwarnai demontrasi brutal, tetapi institusi keluarga pun jika kepemimpinan tidak ditemukan, maka kesanggupannya hanya melahirkan bayi-bayi biologis tanpa warisan nilai.</p>
<p>Seberat apapun tugas anda sebagai pemimpin, terlepas dari formal &#8211; non formalnya atau skala besar &#8211; kecilnya, maka yang perlu anda lakukan adalah menciptakan persiapan sempurna menjelang peluang menjadi pemimpin datang. Persiapan adalah bagian dari solusi mental sebelum konkrit harus anda lakukan. Bahkan seringkali peluang apapun baru bisa anda dapatkan setelah anda memiliki persiapan mental yang layak untuk menerimanya. Sayangnya bagi sebagian besar individu terkadang justru peluang yang dikejar habis-habisan sementara persiapan mental tidak dilakukan. Contoh kecil misalnya saja dalam pernikahan. Kenyataannya, faktor yang menjadi tolok ukur bagi suatu pernikahan bukanlah usia atau materi meskipun keduanya syarat mutlak, tetapi lebih dari itu adalah persiapan untuk menerima moment tersebut.</p>
<p>Menyangkut masalah persiapan maka pilihan sepenuhnya berada dibawah kontrol anda; apakah anda mempersiapkan diri sebagai pemimpin atau sama sekali tidak mempersiapkannya. Moment tersebut akan menjemput anda dan konsekuensinya tergantung dari pilihan yang anda ciptakan. Karena kepemimpinan hidup berupa achievement, bukan gift, maka yang perlu anda persiapakan adalah melakukan perbaikan kepemimpinan dari dalam diri anda. Tentang bagaimana proses alamiah yang harus anda jalani, ikutilah beberapa langkah berikut :</p>
<p>1. Belajar Siap Dipimpin</p>
<blockquote><p>Dalam hal kepemimpinan, dunia ini hanya memberikan dua pilihan antara anda dipimpin atau memimpin sesuai dengan kapabilitas, kualitas, dan kekuatan anda. Kekacauan akan segera terjadi ketika anda dipimpim tetapi melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan pemimpin atau sebaliknya.</p></blockquote>
<blockquote><p>Untuk menjadi pemimpin, maka anda harus mengawalinya dengan kesiapan untuk mau dipimpin. Dalam organisasi, bawahan yang tidak siap dipimpin akan kehilangan kesempatan emas untuk mempelajari bagaimana kelak ia akan menjadi seorang pemimpin. Seluruh waktu dan energinya dihabiskan hanya untuk menciptakan reaksi-reaksi sesaat yang sia-sia. Di bidang politik seringkali terjadi kepemimpinan yang diraih dengan cara yang melupakan proses kesiapan dipimpin akan berakhir dengan cara yang sama dengan ketika ia mendapatkannya.</p></blockquote>
<blockquote><p>Sebelum anda memimpin orang lain maka wujud dari kesiapan untuk dipimpin adalah bagaimana memimpin diri anda (Personal Mastery). Wilayah yang harus anda kuasai adalah self understanding (pemahaman diri) yang meliputi perangkat nilai hidup, tujuan hidup, misi hidup anda. Kedua kemampuan tersebut akan mengantarkan anda menuju pola kehidupan beradab dan efektif. Dengan kata lain, self understanding dan self management pada saat anda dipimpin akan menciptakan tradisi hidup sehat di mana fokus adalah tujuan akhir, bukan lagi egoisme posisi jangka pendek tetapi realisasi misi. Jika tujuan akhir anda adalah kemajuan dan kebahagiaan, maka tinggalkan tradisi &#8220;Ngerumpi&#8221; tentang begitu jelasnya kesalahan hidup yang dilakukan oleh pemimpin anda sehingga akan menjadikan anda kabur melihat sesuatu yang perlu anda lengkapi untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin.</p></blockquote>
<p>2. Belajar Mampu Memimpin</p>
<blockquote><p>Sebutan pemimpin terlepas dari perbedaan definisi, perbedaan status formal dan non-formal, perbedaan strata atau job title-nya, mengarah pada satu pemahaman sebagai sumber solusi suatu urusan. Jadi pemimpin adalah orangyang isi pikirannya berupa solusi bukan masalah yang ia rasakan. Maka syarat mutlak yang bersifat fundamental adalah memiliki paket keahlian dan paket kekuatan. Paket keahlian merujuk pada kualitas personal yang sifatnya internal mulai dari skill, knowledge, attitude, atau lainnya. Sedangkan paket kekuatan merujuk pada power yang bisa berbentuk kekayaan, networking, atau mungkin kekuatan fisik. Keahlian berguna untuk memimpin kelompok ahli sementara kekuatan berguna untuk memimpin khalayak umum.</p>
<p>Kedua paket tersebut yang menjadikan pemimpin sebagai pemilik suatu urusan bukan lagi menjadi bagiannya, mulai dari urusan pribadi, khalayak, system, atau kiblat hidup orang banyak. Karena sebagai pemilik urusan, maka harga seorang pemimpin senilai dengan harga jumlah orang-orang yang dipimpinnya. Satu Mahatma Gandhi atau satu Soekarno nilainya sama dengan jutaan manusia yang mengkuasakan urusan kehidupan kepadanya.</p>
<p>Di dunia ini tidak ditemukan calon pemimpin yang siap pakai. Tetapi bisa diselesaikan dengan cara belajar mengembangkan diri. Pemimpin yang berhenti mengembangkan keahlian dan kekuatannya maka akan muncul fenomena di mana tantangan kepemimpinan lebih besar dari kapasitasnya sehingga akan cepat sampai pada titik di mana ia harus di-disqualified-kan untuk segera diganti. Mengapa? Karena semua keputusan yang dihasilkan dari kepemimpinannya ibarat bumbu ayam goreng yang hanya dipoleskan pada permukaan sehingga rasanya tidak menyeluruh atau meresap hingga ke dalam daging ayam tersebut.</p>
<p>Setiap orang tua pernah menjadi anak-anak, setiap atasan pernah menjadi bawahan tetapi tidak semua orangtua dan atasan mampu memimpin ketika ia dinobatkan menjadi pemimpin. Banyak alasan mengapa hal itu terjadi yang antara lain karena keputusan kepemimpinannya kehilangan konteks atau keahlian dan kekuatan memimpin yang digunakan sudah tidak lagi berlaku pada zamannya alias sudah kadaluwarsa. Ketika anda memimpin pahamilah isi pikiran anda ketika menjadi bawahan; ketika anda menjadi atasan jangan lantas melupakan bagaimana and dahulu menjadi bawahan. Selain itu gunakan keahlian dan kekuatan yang masih relevan untuk kondisi saat itu.</p></blockquote>
<p>3. Materi Kepemimpinan</p>
<blockquote><p>Institusi atau  organisasi apapun yang anda pimpin, termasuk kehidupan anda, membutuhkan materi yang bisa dipelajari untuk kemudian diajarkan kepada pihak yang anda pimpin. Karena semua orang sudah ditakdirkan menjadi pemimpi, maka secara pasti anda memiliki materi kepemimpinan hidup yang bisa diajarkan. Kendalanya, di manakah file materi hidup itu anda simpan? Filing materi yang tidak sistematik akan menyulitkan anda untuk merecall-nya ketika materi tersebut harus anda ajarkan. Karena tidak anda temukan file-nya, maka setiap kesalahan orang yang anda pimpin akhirnya diselesaikan tergantung mood.</p>
<p>Kenyataan membuktikan, ketika orangtua tidak menemukan file materi untuk diajarkan kepada putra-putrinya; ketika atasan tidak menemukan file materi untuk diajarkan kepada bawahannya anda akan diajar oleh pihak lain. Hal ini tidak menjadi masalah selama pengajaran pihak lain mendukung harapan anda, tetapi bagaimana kalau pengajarannya bertentangan seratus persen dengan nilai, keyakinan, visi, misi anda? Bukan lagi sekedar persoalan yang pantas disalahkan tetapi juga terkadang memalukan. Putra-putri perlu dididik, bukan sekedar diberi makan; bawahan perlu diberdayakan, bukan sekedar diawasi sebab anda di mata mereka adalah pemimpin yang berarti &#8220;The World&#8221;.</p>
<p>Di bidang bisnis anda pasti sudah mengenal produk perusahaan raksasa bernama Coca Cola, dimana Roberto Goizueto menjadi CEO-nya. Sebagai CEO, ia dikenal sebagai sosok yang sering menceritakan kepada bawahan mengenai bagaimana kehidupan pribadinya di masa muda bersama sang kakek yang menekankan pentingnya cash flow dan kesederhanaan. Begitu juga Phil Knight, CEO dan Chairman NIKE, yang selalu mengobarkan semangat kemenangan perusahaan yang dipimpinnya itu. Di bidang politik, Martin Luther yang dengan pidatonya berjudul &#8220;I Have a Dream&#8221; telah memobilisasi power image mengenai kesetaraan kulit hitam dan putih di Amerika. Noel M. Tichy dalam artikel yang diterbitkan oleh The Drucker Foundation and Jossey-Bass, Inc, 1997, menyebutnya dengan istilah &#8220;The Power of Story Telling.&#8221;   Bagi orangtua, materi yang anda ajarkan kepada putra-putri itu punya daya akses langsung ke karakter melalui alam bawah sadar. Inilah sebenarnya makna yang harus dipahami ketika anda setuju bahwa keluarga punya peranan penting membentuk karaktek anak. Terkadang anda tertipu dengan rule of habit yang sudah habis masa berlakunya yang mengatakan bahwa buah akan jatuh tidak jauh dari pohonnya. Padahal ada angin kencang yang membawa buah itu jatuh ke tempat yang jauh dari pohonnya. Ini berlaku juga untuk wilayah lain mulai dari bisnis, politik, pendidikan, dan lain-lain. Oleh karena itu siapkan diri anda dengan materi dan file yang baik sehingga akan menghasilkan buah yang baik pula.</p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smartinlife.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smartinlife.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smartinlife.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smartinlife.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smartinlife.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smartinlife.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smartinlife.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smartinlife.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smartinlife.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smartinlife.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smartinlife.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smartinlife.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smartinlife.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smartinlife.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smartinlife.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smartinlife.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smartinlife.wordpress.com&amp;blog=1189847&amp;post=7&amp;subd=smartinlife&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/membangun-kepemimpinan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7634319dc7c8edf98d4a4faea1b225?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smart life</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Diri</title>
		<link>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/konsep-diri/</link>
		<comments>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/konsep-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 15:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smartinlife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/konsep-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Masalah-masalah rumit yang dialami manusia, seringkali dan bahkan hampir semua, sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep diri. Dengan kemampuan berpikir dan menilai, manusia malah suka menilai yang macam-macam terhadap diri sendiri maupun sesuatu atau orang lain &#8211; dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smartinlife.wordpress.com&amp;blog=1189847&amp;post=6&amp;subd=smartinlife&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah-masalah rumit yang dialami manusia, seringkali dan bahkan hampir semua, sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep diri. Dengan kemampuan berpikir dan menilai, manusia malah suka menilai yang macam-macam terhadap diri sendiri maupun sesuatu atau orang lain &#8211; dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu objektif. Dari situlah muncul problem seperti inferioritas, kurang percaya diri, dan hobi mengkritik diri sendiri. Artikel berikut akan mengulas tentang konsep diri, apa dan bagaimana konsep diri berpengaruh terhadap munculnya problem yang dialami manusia sehari-harinya.</p>
<p>Konsep Diri</p>
<p>Konsep Diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia menyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang dengan konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Orang dengan konsep diri negatif, akan mudah menyerah sebelum berperang dan jika gagal, akan ada dua pihak yang disalahkan, entah itu menyalahkan diri sendiri (secara negatif) atau menyalahkan orang lain.</p>
<p>Sebaliknya seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih optimis, penuh percaya diri, dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuat, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Kegagalan bukan dipandang sebagai kematian, namun lebih menjadikannya sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan. Orang dengan konsep diri yang positif akan mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.</p>
<p>Proses Pembentukan Konsep Diri</p>
<p>Konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seorang manusia dari kecil hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman dan pola asuh orangtua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsep diri yang terbentuk. Sikap atau respon orangtua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Oleh sebab itu, seringkali anak-anak tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru dan negatif, ataupun linkungan yang kurang mendukung, cenderung mempunyai konsep diri yang negatif. Hal ini disebabkan sikap orangtua yang misalnya : suka memukul, mengabaikan, kurang memperhatikan, melecehkan, menghina, bersikap tidak adil, tidak pernah memuji, suka marah-marah, dsb- dianggap sebagai hukuman akibat kekurangan, kesalahan atau pun kebodohan dirinya. Jadi anak menilai dirinya berdasarkan apa yang dia alami dan dapatkan dari lingkungan. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak-anak akan merasa dirinya cukup berharga sehingga tumbuhlah konsep diri yang positif.</p>
<p>Konsep diri ini mempunyai sifat yang dinamis, artinya tidak luput dari perubahan. Ada aspek-aspek yang bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu, namun ada pula yang mudah sekali berubah sesuai dengan situasi sesaat. Misalnya, seorang merasa dirinya pandai dan selalu berhasil mendapatkan nilai baik, namun suatu ketika dia mendapat nilai buruk. Bisa saja saat itu ia merasa bodoh, namun karena dasar keyakinannya yang positif, ia berusaha memperbaiki nilai.</p>
<p>Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri</p>
<p>Berbagai faktor dapat mempengaruhi proses pembentukan konsep diri seseorang, seperti:</p>
<ul>
<li>Pola Asuh Orangtua</li>
</ul>
<blockquote><p>Pola asuh orangtua seperti sudah diuraikan di atas turut menjadi faktor signifikan dalam mempengaruhi konsep diri yang terbentuk. Sikap positif orangtua yang terbaca oleh anak, akan menumbuhkan konsep dan pemikiran yang positif serta sikap menghargao diri sendiri. Sikap negatif orangtua akan mengundang pertanyaan pada anak, dan menimbulkan asumsi bahwa dirinya tidak cukup berharga untuk dikasihi, untuk disayangi dan dihargai; dan semua itu akibat kekurangan yan ada padanya sehingga orangtua tidak sayang.</p></blockquote>
<ul>
<li>Kegagalan</li>
</ul>
<blockquote><p>Kegagalan yang terus menerus dialami seringkali menimbulkan pertanyaan kepada diri sendiri dan berakhir dengan kesimpulan bahwa semua penyebabnya terletak pada kelemahan diri. Kegagalan membuat orang merasa dirinya tidak berguna.</p></blockquote>
<ul>
<li>Depresi</li>
</ul>
<blockquote><p>Orang yang sedang mengalami depresi akan mempunyai pemikiran yang cenderung negatif dalam memandang dan merespon segala sesuatunya, termasuk menilai diri sendiri. Segala situasi atau stimulus yang netral akan dipersepsikan secara negatif. Misalnya, tidak diundang ke sebuah pesta, maka berpikir bahwa karena saya miskin, maka saya tidak pantas diundang. Orang yang depresi sulit melihat apakah dirinya mampu survive menjalani kehidupan selanjutnya. Orang yang depresi akan menjadi super sensitif dan cenderung mudah tersinggung atau termakan ucapan orang.</p></blockquote>
<ul>
<li> Kritik Internal</li>
</ul>
<blockquote><p>Terkadang, mengkritik diri sendiri memang dibutuhkan untuk menyadarkan seseorang akan perbuatan yang telah dilakukan. Kritik terhadap diri sendiri sering berfungsi menjadi regulator atau rambu-rambu dalam bertindak dan berperilaku agar keberadaan kita diterima oleh masyarakat dan dapat beradaptasi dengan baik.</p></blockquote>
<p>Merubah Konsep Diri</p>
<p>Seringkali diri kita sendirilah yang menyebabkan persoalan bertambah rumit dengan berpikir yang tidak-tidak terhadap suatu keadaan atau terhadap diri kita sendiri. Namun, dengan sifatnya yang dinamis, konsep diri dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif :</p>
<ul>
<li>Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri</li>
</ul>
<blockquote><p>Jangan abaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dan carilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. Janganlah terlalu berharap bahwa Anda dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus.</p></blockquote>
<blockquote><p><em>&#8220;You can&#8217;t be all things to all people, you can&#8217;t do all things at once, you just do the best you could in every way&#8230;.&#8221;</em></p></blockquote>
<ul>
<li> Hargailah Diri Sendiri</li>
</ul>
<blockquote><p>Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita sendiri selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri sendiri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif? Jika kita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain bisa menghargai diri kita?</p></blockquote>
<ul>
<li>Jangan memusuhi diri sendiri</li>
</ul>
<blockquote><p>Peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadai dalam diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya, akan timbul kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya.</p></blockquote>
<ul>
<li>Berpikir Positif dan Rasional</li>
</ul>
<blockquote><p>We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world. Jadi, semua itu banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik itu persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran kita jika pikiran itu mulai menyesatkan jiwa dan raga.</p></blockquote>
<blockquote></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smartinlife.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smartinlife.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smartinlife.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smartinlife.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smartinlife.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smartinlife.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smartinlife.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smartinlife.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smartinlife.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smartinlife.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smartinlife.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smartinlife.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smartinlife.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smartinlife.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smartinlife.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smartinlife.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smartinlife.wordpress.com&amp;blog=1189847&amp;post=6&amp;subd=smartinlife&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/konsep-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7634319dc7c8edf98d4a4faea1b225?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smart life</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delivery from Heaven, Welcome to the Jungle&#8230;..</title>
		<link>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/delivery-from-heaven-welcome-to-the-jungle/</link>
		<comments>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/delivery-from-heaven-welcome-to-the-jungle/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 15:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smartinlife</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/delivery-from-heaven-welcome-to-the-jungle/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap aku mendengar berita tentang kelahiran seorang anak, selalu dibarengi dengan pemikiran, &#8230;.&#8221;bagaimana anak itu akan menjalani hari-harinya&#8230;, 1 minggu pertama&#8230;. 1 bulan pertama&#8230;. 1 tahun pertama&#8230;.. dst&#8221; Aku selalu menyakini bahwa kehadiran seorang anak, sudah pasti atas ijin TUHAN dan kalau yang namanya dari TUHAN pasti dong&#8230; from HEAVEN &#8230;. (ngga peduli penyebab lahirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smartinlife.wordpress.com&amp;blog=1189847&amp;post=3&amp;subd=smartinlife&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap aku mendengar berita tentang kelahiran seorang anak, selalu dibarengi dengan pemikiran, &#8230;.&#8221;bagaimana anak itu akan menjalani hari-harinya&#8230;, 1 minggu pertama&#8230;. 1 bulan pertama&#8230;. 1 tahun pertama&#8230;.. dst&#8221;</p>
<p>Aku selalu menyakini bahwa kehadiran seorang anak,  sudah pasti  atas ijin TUHAN dan kalau yang namanya dari TUHAN  pasti dong&#8230; from HEAVEN &#8230;. (ngga peduli penyebab lahirnya karena MBA atau orangtuanya &#8216;down payment&#8217; dulu, atau suatu kelahiran yang sudah ditunggu dalam kurun waktu yang lama dan mengeluarkan banyak biaya alias BAYI TABUNG); Dan aku juga menyakini bahwa dia lahir dengan bekal potensi, bakat, talenta yang dari HEAVEN&#8230;. meskipun lahir dalam kondisi &#8216;able&#8217; atau &#8216;disable&#8217;</p>
<p>Yang tidak aku yakini adalah apakah setelah anak itu lahir, apakah kedua orangtuanya &#8220;smart enough&#8221; untuk mengasuh dan mendidiknya&#8230;.., apakah lingkungan kecilnya (kakek/nenek, om/tante, kakak) &#8220;smart enough&#8221; untuk memberikan &#8220;ruang&#8221; untuk dia bertumbuh dan berkembang sebagaimana dia apa adanya (able atau disable)&#8230;&#8230;.</p>
<p>Cuma ada satu kata dalam pikiranku &#8220;survive&#8221;</p>
<p>Ya.. menurutku apapun yang dilakukan orangtua, lingkungan, semuanya bertujuan agar anak tersebut dapat &#8216;survive&#8217; dalam kehidupan yang dijalaninya ke depan&#8230;</p>
<p>Welcome to the Jungle&#8230;.little buddy!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smartinlife.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smartinlife.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smartinlife.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smartinlife.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smartinlife.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smartinlife.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smartinlife.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smartinlife.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smartinlife.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smartinlife.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smartinlife.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smartinlife.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smartinlife.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smartinlife.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smartinlife.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smartinlife.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smartinlife.wordpress.com&amp;blog=1189847&amp;post=3&amp;subd=smartinlife&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smartinlife.wordpress.com/2007/06/06/delivery-from-heaven-welcome-to-the-jungle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7634319dc7c8edf98d4a4faea1b225?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smart life</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
